Pahami, Cara Mencukur Bulu Dengan Benar

Look Good - Setiap orang memiliki bulu di seluruh bagian tubuh, dan tingkat ketebalannya berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain.

Terkadang, kita merasa terganggu melihat bulu di area kaki yang lebat sehingga kita memutuskan untuk mencukurnya. Sayangnya, hasil yang didapat tidak sesuai harapan.

Dalam sejumlah kasus, bulu yang sudah dicukur akan mudah tumbuh kembali dan terasa kasar. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, bulu tersebut mengganggu penampilan kita.

Lalu, bagaimana cara mencukur bulu dengan benar untuk mendapat hasil maksimal?

Dokter kulit Rachel Ward, MD mengatakan, cara ideal menghilangkan bulu rambut di tubuh adalah dengan menggunakan pisau cukur.

"Pisau cukur merupakan cara termudah dan ternyaman untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan," katanya.

Ward membagikan tips untuk kamu yang ingin mencoba cara efektif mencukur bulu di bawah ini.

1. Hindari dry shaving

Dry shaving atau mencukur bulu tanpa pelembap meningkatkan risiko luka dan iritasi. Hal ini juga mencegah pengelupasan kulit.

Kita bisa mendapatkan pengelupasan kulit lebih efektif jika kulit dibuat lembut, jadi cobalah mencukur di saat mandi.

Kulit membutuhkan minimal 10 menit di dalam air hangat untuk menjadi lembut.

2. Eksfoliasi

Gunakan produk eksfoliasi klasik seperti scrub mandi sebelum bercukur. Eksfoliasi pertama membantu pisau cukur agar tidak berlebihan dalam mencukur sel kulit mati.

3. Gunakan air dingin

Hindari air mandi yang suhunya terlalu panas, dinginkan sedikit sebelum bercukur. Apabila kulit terkena air suhu terlalu panas dalam waktu lama, maka kulit menjadi terlalu lembut dan lebih mudah terluka.

4. Gunakan krim cukur

Sabun dan air merupakan pelumas yang bagus untuk membantu pisau cukur menghilangkan bulu di kulit. Namun, sabun dan air memiliki efek astringent yang menyebabkan kulit kering dan bersisik setelah dikeringkan.

Sebagai gantinya, gunakan busa atau gel yang diformulasikan khusus untuk mencukur bulu, sehingga pisau cukur bisa menghilangkan bulu lebih mudah.

5. Perhatikan arah pertumbuhan rambut

Agar kegiatan bercukur lebih efektif, cukur berlawanan dengan arah rambut tumbuh.

Misalnya, rambut di kaki cenderung tumbuh ke arah bawah. Jadi, gerakkan pisau cukur dari bawah ke atas untuk mendapatkan hasil yang halus.

6. Menutup pori-pori

Air hangat akan membuka pori-pori kulit. Setelah bercukur, bilas hingga bersih dengan air hangat untuk menghilangkan semua sisa busa.

Kemudian, bilas menggunakan air dingin untuk menutup pori-pori. Oleskan pelembap segera setelah mengering untuk mencegah pengelupasan dan kekeringan.

Proses mencukur bulu membuat pori-pori terbuka. Jika kita langsung mengoleskan losion, maka losion masuk ke pori-pori dan memberikan tampilan berbintik-bintik, bukan cokelat halus.

7. Jangan percaya rambut yang tumbuh kembali lebih tebal

Banyak yang mengatakan bahwa bercukur merangsang pertumbuhan rambut dan membuatnya tumbuh lebih tebal dan lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini tidaklah tepat.

Rambut bisa tampak lebih tebal saat tumbuh kembali pasca bercukur, namun itu hanya ilusi.

Pertumbuhan baru sekitar satu sampai dua sentimeter per bulan adalah wajar. Laju pertumbuhan dan volume rambut dikendalikan dari dalam tubuh dan tidak ada kaitannya dengan mencukur bulu.

8. Lindungi kulit dari sinar matahari

Gunakan tabir surya setiap saat, bukan hanya saat bersantai di kolam renang atau pantai.

Setelah bercukur, kulit menjadi lebih sensitif dan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan.

"Idealnya, kita harus menunggu 24 jam sebelum kulit yang baru dicukur terpapar sinar matahari dalam waktu lama," sebut Ward.

"Jika ingin menikmati cuaca yang lebih hangat, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan gunakan kembali setelah berenang di air atau berkeringat."

9. Ganti pisau cukur

Apabila ada timbunan kotoran di pisau cukur, jangan dibersihkan dengan sikat atau alat lain.

Jika kotoran tidak mudah terbilas dengan air, ini pertanda pisau cukur harus diganti.

Meskipun masih dapat digunakan, pisau cukur dengan sisa-sisa rambut dapat memasukkan bakteri ke dalam pori-pori atau luka yang terbuka dan menyebabkan infeksi. [Source:Kompas]